Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini

Apalagi kalau perusahaannya tergolong besar, maka keuntungannya juga besar. Namun, banyak juga yang tidak berani memulai usaha sendiri karena tidak berani menanggung risikonya. Lahan hutan seluas 8.000 meter persegi di kawasan Nusa Dua mulai digarap dengan konsep vila bernama “Majestic Point Villas”. “Saat itu kami jual dengan harga mulai Rp6 miliar,” kenang Marcell. “Dua tahun bekerja di perusahaan tersebut, akhirnya saya putuskan untuk benar-benar terjun ke properti dengan membangun perusahaan sendiri,” ungkap Marcell.

Merintis usaha sedari dini

Nah, kali ini saya mau bahas tentang 1 topik yang menurut saya menarik untuk dibahas, Tips memilih customer untuk pengusaha. Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO /APPARINDO/2019. Semua ulasan yang tertulis termasuk score dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan.

Menjadi seorang anak dari orang tua pedagang, membuat dewi terbiasa dengan segala hal perhitungan. Pengalaman ibunya dalam berdagang menjadi pembelajaran berharga bagi Dewi dalam merintis usaha kuliner. Berkat resep keripik singkong pedas buatannya, Maicih menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan tenar di kalangan anak muda Bandung. Awalnya, Reza mengeluarkan modal Rp15 juta dan mulai memproduksi keripik sebanyak 50 bungkus per hari.

Tapi menyenangkan bahwa skills dan knowledge yang kita miliki bisa membantu orang dalam mengembangkan bisnis orang. Makin dini dilakukan, makin besar pula peluang meraih sesuatu dari investasi itu. Grant Cardone, yang merupakan pebisnis, penulis, sekaligus pakar pelatihan potensi diri, mengatakan orang yang ingin sukses mesti menjadi yang terhebat dalam bidang yang digeluti. Makanya, tumpahkan peluh keringat hingga darah agar gak jadi orang yang biasa-biasa saja. Seseorang haruslah terus belajar dan mengasah diri sebagai aset untuk menjadi kaya. Tanpa itu, orang bakal terjebak dalam kejumudan dan susah maju.

Pendiri PT Suri Nusantara Jaya yang sekarang menjabat sebagai Komisaris PT Angkasa Pura Supports, Diana Dewi menceritakan pengalamannya merintis usaha di tahun 1998 dari garasi mobil. Menurutnya, seorang pengusaha harus cerdik dan jeli dalam menangkap peluang bisnis tanpa menunda-nunda. Kala itu, modal pemberdayaan berasal dari kocek sendiri yang ia pinjam dari bank. Dana yang terkumpul untuk membeli mesin turbin, sebagai modal utama penggerak MLTH. Ia barengi tahap ini dengan pendirian koperasi agar pengelolaan bisnis berjalan secara akuntabel. Syukurnya, enam bulan sejak didirikan, kas koperasi desa mencapai Rp 23 juta.

“Perilaku keuangan orang dewasa hari ini dipengaruhi saat masa anak­-anak. Agar punya kebiasaan keuangan yang baik, maka dari kecil mulai diajarkan cara mengelola keuangan. Dalam hal ini, pendidikan orangtua amat berperan,” tambah Fitri.