5 Cara Sukses Mulai Dari Nol Ala Bob Sadino

Pasti setiap pengusaha sukses pun diawali dengan memulai usahanya dari kecil dulu. Bahkan bukan tidak mungkin mereka pun mengalami ups dan downs selama prosesnya. Keterbatasan dana, menjadikan beberapa orang untuk enggan membelinya. Hal ini bisa menjadi ladang usaha Anda jika memiliki perlengkapan kamera yang cukup lengkap.

Jangan jadikan modal yang sedikit sebagai batasan Anda dalam menjalankan bisnis. Jika hanya menjalankan bisnis dari tren yang ada, bisa dipastikan bisnis akan tergerus dan tidak bisa bertahan lama. Untuk itu, lakukan inovasi menarik dalam bisnis sehingga terus menarik minat konsumen.

Jangan malu mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah. Belajarlah dari keunggulan pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari cara bagaimana Anda bisa menjadi lebih unggul. Menjalani sesuatu sesuai dengan ardour akan membuat sesorang lebih rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan komitmen. Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan mannequin bisnis apa yang akan Anda jalankan nanti.

Penting untuk selalu mengontrol keuangan usaha sembako kamu, supaya kamu dapat membuat perencanaan selanjutnya untuk mengembangkan usaha sembako yang sedang kamu jalankan. Kamu bisa memberikan promo-promo yang menarik ketika pertama kali membuka toko sembako kamu dengan menyebarkan brosur-brosur ke rumah-rumah. Tarik pelanggan dengan harga yang terjangkau, supaya kamu mendapatkan pelanggan tetap terlebih dahulu. Berikan harga “langganan” untuk pelanggan yang biasa membeli di toko kamu, supaya mereka selalu kembali membeli di toko kamu. Pastikan barang-barang kamu selalu tersedia dan jangan sampai kosong.

Yang ada adalah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Jadi pembagian saham tetap menggunakan modal dasar — yang dibentuk dari tangible dan intangible asset. Karena itu contoh penentuan modal dasar yang dibentuk dari tangible dan intangible asset adalah usaha restoran.

Bukan berarti juga Anda tidak bisa membangun bisnis kalau tidak memiliki banyak uang. Usaha yang Anda buka sebaiknya sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki, atau lebih dikenal dengan yang anda “ardour”, tanpa meninggalkan faktor peluang yang ada di masyarakat. Contoh mudahnya adalah dengan membuka cabang baru di wilayah lain atau membuka peluang kerjasama dengan sistem franchise. Kuncinya setelah melakukan scale up adalah konsistensi tentang produk dan jasa, jangan sampai kualitasnya dan pelayanan menurun. Tidak disarankan untuk para pemula membangun usaha lebih dari satu jenis. Fokuskan pada satu bisnis terlebih dahulu dan memaksimalkan peluang yang ada sampai meraih kesuksesan.

Saat Yasa duduk di bangku 3 SMP, ayahnya menderita sakit jantung. Penghasilan sang ayah saat itu digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya daripada membiayai pengobatan sakit sang ayah. Melihat keadaan tersebut hatinya terketuk untuk mencari penghasilan sendiri untuk membantu orang tua. Ia pun mulai menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.

Kamu bisa mencarinya di pasar dan tawarlah dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan bersama. Atau kamu bisa juga langsung menghubungi distributor barang-barang yang ingin kamu jual, supaya kamu bisa mendapatkan barang yang lebih murah dibandingkan di pasar. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Memulai usaha dari bawah

Lihat saja sudah berapa ratus atau ribu komunitas yang dibentuk di media online, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya. Komunitas bisnis dalam jangka panjang akan mendorong kemajuan usaha Anda, sehingga akan berdampak pada peningkatan omzet perusahaan. Pada awal-awal Anda menjalankan bisnis, alangkah baiknya jika Anda kerjakan sendiri dulu. Dengan kata lain Anda melakukannya dengan tenaga yang Anda miliki dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Saat Anda sudah merasakan kewalahan dan membutuhkan bantuan orang lain, bolehlah Anda cari partner untuk menjalankan dan mengembangkan usaha Anda.

Mulai dari mengatur bagaimana bisnis berjalan, mengelola pelanggan, karyawan, pengeluaran, dan lain sebagainya. Meskipun ada banyak sekali keuntungan menjadi seorang pebisnis, Anda juga harus memahami apa saja kerugian yang bakal Anda terima ketika membuka usaha sendiri. Baik dari segi waktu, risiko keuangan, dan masih banyak lagi. Anda pun dapat memilih mengumpulkan dan memanfaatkan uang untuk mengembangkan bisnis. Pada suatu waktu, kita pasti pernah berfikir untuk memulai atau memiliki bisnis sendiri. Betapa senangnya kita membayangkan menjadi bos atas diri kita sendiri, menghasilkan uang lebih banyak hingga terbebas dari pemecatan sewaktu-waktu.